![]() |
Dugaan Penyelundupan BBM Subsidi di Luwu, PT Bintang Terang Delapan Sembilan Bonceng Beberapa Pemilik Armada Mafia Solar Bersubsidi di Sulsel
detikinews.id |Luwu, Sulawesi Selatan - Dugaan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di wilayah hukum Polres Luwu kembali terkuak. Kali ini, PT Bintang Terang Delapan Sembilan diduga melakukan pengisian BBM subsidi di gudang milik warga di Larompong, Kecamatan Luwu Selatan, Kabupaten Luwu, dan kemudian diselundupkan ke Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.
![]() |
5 Yunit |
![]() |
Biru putih |
![]() |
Biru bis putih |
![]() |
Biru bis kuning |
Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu tempat penampungan BBM subsidi di Larompong milik "A" dijadikan gudang penampungan solar subsidi yang melayani PT Bintang Terang Delapan Sembilan. Mobil tangki milik perusahaan tersebut diisi di gudang "A" pada malam hari.ungkap sumber yang enggan di publikasikan namanya.
![]() |
Mobil H.Alwi |
"A" diduga menjalankan bisnis ini atas nama Akram, Komisaris Utama PT Bintang Terang Delapan Sembilan. Akram diyakini menguasai penyelundupan BBM subsidi jenis solar ke Morowali dan sering mencatut nama Wakapolda Sulteng saat berhadapan dengan hukum.
![]() |
Mobil H.BURHANUDDIN |
Informasi ini menyatakan bahwa PT Bintang Terang Delapan Sembilan melakukan pembelian solar subsidi dengan menggunakan faktur palsu atau tanpa faktur resmi. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut melakukan penipuan dan merampok hak masyarakat yang seharusnya mendapatkan BBM subsidi dengan harga yang terjangkau.
Salah satu pemilik mobil tangki yang ikut melakukan kejahatan di PT Bintang Terang Delapan Sembilan yakni H.Alwi dua yunit mobil tangki biru putih 10 kl dari kabupaten Bulukumba dan H.Burhanuddin Beberapa yunit dari Wotu Luwu Timur.
Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng diminta untuk menyelidiki faktur pembelian solar milik PT Bintang Terang Delapan Sembilan dan memeriksa seluruh aset perusahaan tersebut. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng juga diminta untuk mengaudit PT Bintang Terang Delapan Sembilan yang diduga melakukan penipuan dan merugikan negara melalui penyelundupan BBM subsidi.
Pengungkapan kasus dugaan penyelundupan BBM subsidi ini menunjukkan kebutuhan untuk memperketat pengawasan dan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM subsidi. Hal ini penting agar BBM subsidi tetap bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkannya.(Tim Media)